justvieny

please feel pleased to read …

Ingin menangis hari ini

Dari segi akademis, pada dasarnya M. Aditya memiliki potensi yang besar,hanya saja tanggung jawab serta kesadaran diri terhadap tugas-tugas seorang pelajar masih kurang. hal ini terlihat dari seringnya buku pelajaran tertinggal dan berbagai pekerjaan rumah yang tidak dikumpulkan tepat waktu .M. Aditya menunjukkan minat dan ketertaikan positif terhadap berbagai hal, namun terhadap kewajiban pokok, ia sering melalaikan. Kurangnya kesungguhan inilah yang membuat prestasi M.Aditya tidak maksimal. Padahal terbukti jika ia belajar dan menunjukkan tanggung jawab yang baik terhadap tugas-tugasnya, hasilnya pun sangat baik. Dalam program ekskul Sains, M. Aditya mendapat nilai B. Semester ini program ekskul berupa pengenalan penggunaan mikroskop.Mengamati bentuk sel epidermis pada daun Rhoeo discolori. Pemahaman dan kemampuan berpikir kritis sudah bagus, hanya kedisiplinan dan ketertiban dalam praktikum masih kurang.
Sehubungan dengan hal di atas, M. Aditya sangat membutuhkan bimbingan dan penanaman tanggung jawab terhadap kewajiban utamanya sebagai seorang pelajar, karena jika lebih serius dan bertanggung jawab, hasil belajarnya dapat lebih maksimal lagi.

Ini adalah narasi rapot salah seorang anak yang saya wali kelasi. Ini untuk SATU anak, saya punya 10 anak, bayangkan berapa banyak yang harus saya tulis tangan?
Hehe
Cukup untuk membuat tangan pegal dan stress karena rapot sangat sangat menuntut perhatian extra
Tapi Insyaallah saya senang, terlepas dari semua keribetan mengolah nilai, narasi dan menggiring anak-anak untuk menyelesaikan berbagai utang tugas, they all came to a satisfying and relieving end.

And then I have a big smile

Tapi sekarang pingin nangis,

Kenapa?

Karena mendengar curhat seorang ibu dari anak yang saya wali kelasi

Pantesan anaknya cuma makan buah seminggu sekali

Pantesan seringkali terlihat kumal

Pantesan tidak punya manner saat makan

Pantesan sering terlihat tidak mandi

Pantesan sering lupa tugas dan PR

Saya jadi tahu kenapa anak ini kurus sekali,

Jadi tahu kenapa sikapnya seringkali menjengkelkan

Jadi tahu kenapa ia begitu tidak peduli, bahkan terhadap dirinya sendiri

Tanyakan pada saya kenapa, dan saya akan menangis….

Makhluk Berdarah Dinginku, mari kita sudahi saja a(di)ktifitas ini…

Aku wanita hebat,
di dadaku amarah bergejolak
takkan kubiarkan
tumpah tersia karena setitik tinta
yang kau jatuhkan ke kuali sihirku

Ingatanku tak hilang
meski kau tiupkan
angin ke telingaku

Aku takkan mati
walau kau tempatkan
cermin di dasar kolam
pemandianku

Rambutku hitam legam
bagai arang tak pernah tersentuh api

Meski kau melenggang
aku akan selalu menang
karna dalam nadiku tak mengalir
darah pecundang

Kau kira aku bodoh?
Lemah?
bangunlah wahai kau
yang memikat dari kegelapan hutan
aku bukan sekedar jagoan
aku hakikat
malam dan siang yang kau tempuhi dalam ‘diam’

Saat datang pagi baru nanti
mari kita berdamai saja
kembalikan bunga dan angin ke masa-masa sebelum mereka pernah bertemu

Biarkan para biksu
menulis kitab-kitab perjalanan

Kau akan pergi mencari kastil-kastil di hutan
dan aku akan pergi menyelamatkan sang putri

Mari biarkan saja
kutub-kutub apa adanya
tak perlu mengeluh dan mencaci

Mari berjabat tangan dan menikmati jamuan teh terakhir
lalu pergi kemana aromanya hendak membawa hati hati kita

………………….

Tinggalkan sang kunci di depan pintu
agar dalam lelap nanti aku akan tertidur

Move on! Leave The Vampire!

dipilih..dipiliiih...

dipilih..dipiliiih...

If you happened to be in love with a vampire and have a somewhat weird-but true relationship with him (or her), but he wouldn’t turn you into one of them, even after you let him gave you fancy gifts and expensive car, you should leave him!

No matter how deep you fell in love with him. It’s true that he had saved you several times from breakdowns but there’s no good to preserve your relationship in that kind of circumstances, for it will never come to the right path, well… at least the chance is lesser than me finally able to cook tasty meals ^o^.

Back to the matter I am trying to put forward here,

 You might get a series of unpleasant effects from leaving him, but there’s no other way to deal it than to face those effects.

My suggestion is, instead of thinking about your selfish vampire, try the neighboring werewolves. They proved to be warmer and they are able to get old if they want. So, instead of spending your life with a cold mythical creature, wasting your life with an immortal or getting old while he can’t grow old with you, try a werewolf!

A werewolf is a whole lot better that a vampire (who refused to turn you into one of them). They’re passionate enough, though they also quite stubborn and reckless. They are warm-blooded and kindhearted. And the most important thing is they have the nature of being both sarcastically and pleasantly funny at the same time. You won’t get bored easily.

So, what I’m trying to say is, If Edward wouldn’t turn you into a vampire, leave him, and live with Jacob. He’s not bad after all, with all those muscles and fur… ^^

 

Haaaahhh….untung notebook-ku punya dua nama

Teu nyambung nya? Hehe

ya gitu lah pokonya

Find a werewolf!

Reader’s Review: Twilight-New Moon-Eclipse-Breaking Dawn

Akhirnyaaa… selesai juga saya membaca saga Twilight-New Moon-Eclipse-Breaking Dawn dalam satu minggu, heheuuu…. !

Satu kata buat saga ini, KEREN!

Buku-buku yang membuat saya langsung ingin jadi vampire, heheh

But seriously, the last thing I did before I went to bed was reading the book, and the first thing I do in the morning, after saying Alhamdulillahiladzi ahyanaa ba’dama amatana wa ilaihinnusuuur…, was grabbing the book and read, again. I kept doing it for a week till I finished them all.
Haha

Dibawah ini sedikit review mengenai keempat buku yang baru saya baca tersebut

TWILIGHT

2382895423_a64460fa9d
“When you can live forever, what do you live for”

“I’m the world’s best predator aren’t I? Everything about me invites you in, my face, my voice, even my smell. As if I need any of that!!”, Edward.

Bella, 17 tahun, meningalkan Pheonix untuk tinggal bersama ayahnya di daerah yang sangat jarang terkena sinar matahari, Forks, Washington. Di sana ia bertemu seorang murid laki-laki yang ketampanannya tidak masuk akal, seperti ukiran patung Yunani. Ketika Bella mulai mengenal Edward lebih jauh, ada tiga hal yang ia tahu dengan pasti. Satu, bahwa Edward adalah vampire. Dua, bahwa ada sebagian dari Edward, dan Bella tidak tahu berapa besar bagian itu, yang haus akan darahnya. Tiga, bahwa ia mencintai Edward, teramat dalam dan tanpa syarat.
Hubungan mereka berjalan cukup lancar. Bella tidak takut pada kenyataan bahwa Edward adalah seorang vampir, ia lebih mengkhawatirkan kebiasaan mengebut Edward dan amat gugup saat akan dikenalkan pada keluarga Edward, bukan karena mereka semua vampir, tapi lebih pada ketakutan tidak diterima oleh mereka.
Keadaan berubah menegangkan saat sekelompok vampire yang kebetulan datang ke Forks, James, Victoria dan Laurent, mencium bau darah Bella yang unik. Terlebih setelah berhadapan dengan Edward yang sangat protektif terhadap Bella, James, pimpinan kelompok yang juga seorang pemburu, memutuskan menjadikan Bella sebagai target barunya. Didorong rasa takut akan keselamatan Bella, keluarga Cullen harus bersatu-padu menggunakan bakat unik mereka untuk menghalangi James sebelum tujuannya tercapai.

Baca entri selengkapnya »

Kasih Jangan?

Pernahkah kamu naik angot?
Pernah kan?
Pasti pernah, meskipun sekali
Ia kan?
Pernah?
Ngga?
Pernah aja laaaah?

Meskipun ga pernah tapi sengganya pernah liat kan?
hehe..gamau nyerah, pokoknya tau angkot kan??

Mobil angkutan rakyat ini melewati hampir semua jalan besar (kalo yang daerah tempat tinggalnya tidak dilewati angkot berarti maaf, anda tidak tinggal di kota karena angkot = angkutan kota)

Sebagai pengguna angkutan kota akut, saya sering, seriiiiiiiiiiiiiing sekali menemukan berbagai hal menarik saat ikut menumpang di angkutan rakyat murah meriah ini (angot itu murah kecuali angkot jurusan Kircon-Cibaduyut alias 05, ampuuuun dah, mahhalll ga bisa ditawar dan supirnya serem-serem)

Berbagai pengalaman lucu, menjengkelkan, menguras tenaga, pikiran, udara dari paru-paru (terutama saat nahan bau asap rokok dan bau-bau alami lainnya) juga tidak lupa pengalaman yang menguras kesabaran hati.

Suatu waktu saya pernah terlanjur duduk di kursi depan dan tidak sempat kabur pindah ke belakang saat menyadari pak supir bau badan, banget! Heheuu… merana sepanjang jalan

Kali waktu saya pernah hampir dicopet setelah dengan sengaja memamer-mamerkan HP dan dompet di dalam tas yang tidak berkancing berseleting, sampai akhirnya membuat mereka kecewa dengan bilang ‘Kiriii!’ mendadak
Kasiaaaan deh

Dan dipaksa duduk bertujuh padahal kursi hanya cukup berenam
Merana lagi lagi

Pernah juga saya hampir muntah gara-gara entah kenapa salah satu penumpang baunya minta ampun, kaya bau udang mentah yang udah agak basi,bleeewwwhhh…!
Merana lagi sepanjang jalan…

Tak terhitung seringnya di asapi penumpang lain yang merokok dalam angkot dengan sewenang-wenang
Sekali waktu pernah hidung ini di dzolimi ibu-ibu yang menggunakan parfum dengan semena-mena, menjajah udara bersih yang mestinya saya hirup.
Merana oh merana

Dan, oh, believe it or not, setelah saya pulang dan ganti baju saya baru ngeh. Parfum si ibu ini tidak hanya menempel dan menjadikan baju saya ikut wangi tapi lengan di bawah baju saya yang sebelumnya tertempeli baju berparfum beliau ikut wangi juga.

Kemeranaan berlanjut ketika mata disodori pemandangan-pemandangan yang bikin Istigfar berkali-kali. Perempuan cantik yang wangiii banget tapi ngupil dengan merdekanya di dalam angkot. Laki-laki setengah baya yang asik memelototi anak-anak SMA (perempuan) dengan rok mininya, sambil melakukan self-exaggerating. Duh! What a scene…

Nah, beberapa hari yang lalu saya ketemu ibu-ibu yang suka mintain uang ke penumpang lain dengan alasan untuk ongkos, padahal bukan.
Pantesaaan.. waktu saya naek, penumpang-penumpang lain dengan suka rela menggeser duduknya tanpa diminta supir lebih dulu.
Taunya mengumpankan saya pada si ibu.
“Neng, nyungkeun sarebu, kanggo ongkos!”

Ingatan saya kembali ke beberapa waktu lalu waktu saya dimintain uang juga di angkot, waktu itu saya kasih. Eh, besoknya ketemu lagi dan minta lagi, dengan tega akhirnya saya bilang “Kan, kemaren udah bu?!”

Kejadian beberapa hari yang lalu juga hampir sama seperti waktu itu, saya bilang “Maaf bu”
Ketika ia minta untuk kedua kalinya sambil agak memaksa, saya biarkan saja.

Karena gak dapat uang dari saya, si ibu mencari korban baru. Seorang penumpang yang baru naik, jadi korban. Berpindahlah uang lembaran dari korban baru ke tangan si ibu.

Satu angkot ngelihatin si penumpang baru dengan ekspresi campur antara kasihan dan ekspresi “Kena juga deh!”
Hehe

Dan benar saja, sesaat kemudian si ibu turun, tanpa membayar. Langsung lari.

Semua korban-korbannya hanya bisa bengong.

Bukannya mau pelit dan tidak mau membantu, tapi ketika dimintai uang untuk alasan yang tidak jelas atau bohong seperti yang ibu barusan lakukan, ada keengganan yang saya rasakan.
Meminta uang dengan alasan untuk ongkos padahal ketika turun ia tidak membayar tidak bisa saya terima. Kalau memang butuh uang untuk alasan yang jelas dan kebetulan saya ada rezeki, InsyaAllah tidak akan saya pelitkan.
Ini saya loh yaa…
Mungkin anda berpendapat lain.
Jika anda ada pada posisi saya, apa yang akan anda lakukan?
Kasih jangan?

pusing pusing pusiiinggg!!!

huhu… serasa pingin nangis

hari ini ngasi kelas tambahan, masup-masupin nilai anak 6 kelas, and which made my heart sunk was that so many students still having blanks for their not-submitted-yet assignments, malah sampe ada yang bolong 7 dong???!

ketika ada siswa/mahasiswa yang belum ngumpulin tugas , believe me, bukan cuma dia yang bete, tapi dosen/wali kelasnya juga serasa pingin ngejerit, meratap, setreesssss

huaaa!! gimana nasip anak-anakkuuu??

Older entries »