justvieny

please feel pleased to read …

Arsip untuk Juni 23, 2008

Udahhhh, mati aja laaah…

Sekitar beberapa waktu lalu, saya, yang adalah koordinator kegiatan Intensif Bahasa Inggris bersama dengan partner in crime saya, Bu Allia Labaiky memimpin kegiatan harian yang mirip-mirip ekskul Bahasa Inggris gitu buat seluruh siswa di sekolah tempat saya mengajar, Bina Talenta Advanced Primary School. Cuma beda nama dan jadwalnya yang emang tiap hari membuat kegiatan ini diembel-embeli kata ‘Intensif’.
Jadwal hari itu buat anak-anak kelas 4 adalah Story Telling. Saya sudah menyiapkan satu cerita pendek berbahasa Inggris. Ini cerita keren banget! Saya suka.

Kalo diterjemahkan, ceritanya kira-kira begini:

Tersebutlah sekelompok katak yang tinggal di hutan. Suatu hari mereka memutuskan untuk jalan-jalan sore gitu.

Tiba-tiba pas mereka melewati suatu area, ada sebuah lubang yang sangat dalam. Berhubung ni lubang cukup tersembunyi, mereka ga liat sampe akhirnya ada dua ekor katak yang terjatuh, “Blasssss…!”
Eh, atau ‘Gebrukkkk!” ya?
Hehe
Belum pernah denger bunyi katak jatoh si, tapi yaa kira-kira gitu lah

:)

Pas ada dua ekor temannya yang jatoh, katak-katak lain langsung berhenti.
“Wah, kenapa tuh si Jupe sama si Upil?”
(untuk bangsa katak, nama ini SANGAT-SANGAT keren)

Demi melihat lubang yang sangat dalam tempat kedua temannya terjatuh, mereka merasa sudah tidak ada harapan untuk selamat bagi teman mereka tersebut. Jadi, alih-alih menyemangati untuk berusaha naik, mereka berkata,
“Wahh, lubangnya dalem banget. Upil, Jupe, kalian tidak mungkin bisa selamat. Sudah, terima nasib saja untuk mati di dalam lubang itu”
Upil dan Jupe seakan tidak mendengar, mereka terus berusaha naik
Katak-katak yang lain semakin keras berseru agar mereka menyerah
“Udaaahhh, mati aja, udaaaah!”
‘Mati ajaaa!!!”

(saya, kalo suatu hari mengalami nasib yang sama seperti itu, dan punya temen-teman kaya mereka, saya akan berusaha keras untuk naik, setelah sampai saya akan bersyukur karena selamat, dan kemudian membunuhi satu persatu teman yang sudah menyuruh saya mati, but then, it’s another story)

Lama-lama, karena mendengar seruan teman-teman mereka untuk berhenti berusaha, Jupe putus asa dan akhirnya tergelincir dan mati.
Sementara itu, Upil terus berusaha naik dan naik dan naik dan naik
Sampai akhirnya…
“Thanks God…I did it…”
Upil selamat

Teman-temannya cukup senang melihat Upil selamat, tapi mereka juga heran, kok dia bisa selamat ya?

(dasar teman-teman DURHAKA!)

Tambah heran lagi saat Upil berkata “Teman-teman, terima kasih sudah menyemangatiku dan percaya bahwa aku bisa selamat. Saat di dalam lubang tadi aku sudah putus asa dan mengira akan mati, tapi melihat kalian begitu bersemangat menyuruhku naik, aku jadi bertekad tidak akan menyerah sampai aku berhasil”

Katak-katak lain,”…………………”

Ya ampun, ternyata si Upil ini tuli, ia tidak bisa mendengar bahwa teman-temannya tadi menyemangati dia untuk mati
Ia hanya melihat teman-temannya begitu bersemangat berseru-seru sampai akhirnya ia bertekad untuk untuk bisa selamat

Well, here’s the moral value you can get from this story:
There is power of life and death in the tongue. An encouraging word to someone who is down can lift them up and help them to make it through the day. So be careful of what you say. Speak life to those who cross your path. The power of words… it is sometimes hard to understand that an encouraging word can go such a long way.

Artikelku dimuat

Bagi teman-teman yang membutuhkan artikel mengenai belajar dengan menggunakan games, monggo baca-baca

artikelku dimuat disini

semoga bermanfaat

(pura-pura cool padahal seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget artikelku masuk situs sekolah :p )