justvieny
please feel pleased to read …Arsip untuk Juli, 2008
KOPDAR BATAGOR JILID 6_di bawah fly over itu…
MAIN BENTENG-BENTENGAN DI BAWAH FLY OVER
Hari minggu, tanggal 27 Juli 2008 kemaren acara kopdar Batagor jilid enam, Bebersih Bandung dilaksanakan di tempat yang luar biasa, kenapa luar biasa?
Yaa.. soalnya jarang (atau ga ada malah) yang bikin acara kopdar di bawah jalan layang alias fly over
Heheuu
Tapi gapapa, karena seperti biasa acara kopdar Batagor selalu rame, banyak dorprize, makanan dan kaos gratis
Acaranya sendiri dimulai dengan kumpul di taman Cikapayang yang depan Gereja itu loh. Dari jam delapan pagi para blogger sudah mulai berdatangan.
Pas saya dateng, tampak beberapa blogger yang lagi mandi matahari pagi
Sehat…sehat…
Ini foto saya lagi nanya Circle K terdekat, tampak dari kiri-kanan ada Ichanx, Senny, Petra, Wijooyoo, dan saya
Setelah acara rutin absen pagi, baris-baris dikit, pengarahan (dari Bagus Rully), bagi-bagi kresek+sarung tangan, dan bagi-bagi kelompok kita mulai mungutin sampah deh
Eh, engga engga
Bukan blogger Bandung namanya kalo engga difoto dulu sebelum melakukan sesuatu
Hehhe
Jadilah kita foto dibawah spanduk Bandung Go Green
Setelah satu putaran ngelilingin rute aduh apa ya namanya jalan itu teh? Yaahh.. pokoknya (nyaris) ngelewatin ITB deh, kita balik lagi ke taman Cikapayang dengan sekeresek penuh sampah,
Ini foto sebagian blooger yang dengan alat perang dan hasil jarahan masing-masing, kresek penuh sampah (dan potongan mayat?) dan sarung tangan karet
Gila banyak banget..hehe… secara kelompok saya adalah kelompok pertama yang jalan, sampahnya juga dapet banyak dan masih pada segaarrr
Karena rada ga mungkin kalo kita ngumpul di taman Cikapayang yang udah mulai panas, kita cari tempat yang rada adem, which is di kolong fly over.
Mesti nyebrang nih, nyebrang tiga kali pula
Eh, baru juga nyebrang sekali, foto-foto dulu lagi
Pas lagi anteng berpose dua tambah lima dan lima tambah dua, ada bule-bule yang nangkring, entah siapa yang mulai, kita tiba-tiba menyerbu bule-bule yang sama sekali ga nyangka bakal dikerubutin sepasukan blogger yang lagi lucu-lucunya
Foto-foto laagi dah…..
Acara dilanjutkan dengan bagi-bagi voucher Flexi, trus main benteng-bentengan
Serasa balik lagi jadi anak-anak, main benteng-bentengan di bawah fly over
Ichanx larinya kenceng banget ih? Saya mau nangkep susah banget, heheu.. beurat ku imbit
Seru bangeeet, meskipun sempat jadi salah satu dari dua pejuang terakhir di kelompok saya (dan akhirnya kalah)
Tapi gapapa
Habis ituuu??
Lagi-lagi bagi-bagi hadiah, dan salah satu ipod, yang mana saya kalah
Trus makan siang, bagi-bagi ipod lagi (dan kalah lagi)
Tamat deh,
Eh tapi yang laennya sih masih lanjut karawkean sama nonton ya?
Tapi ga ikut aaah… capeeeehh, kaki lecet
Dan bisa-bisa dibunuh ni kalo ga cepet-cepet pulang
Kopdar berikutnya Agustus ya? Jadi ga sabar pingin cepet-cepet kopdar lagi
Dan seru-seruan lagi
Dann deg-degan lagi pas ipod diundi? Hee
hoia, link ke Aki Herry niii….
EVERY WOMAN_MAYA ANGELOU
Ini nih, puisi wajib buat para wanita di luaran sana, menurut Maya Angelou
Every Woman
Maya Angelou
A WOMAN SHOULD HAVE …
Enough money within her control to move
out and rent a place of her own,even if
she never wants to or needs to…
A WOMAN SHOULD HAVE…
something perfect to wear if the
employer,or date of her dreams wants to
see her in an hour…
A WOMAN SHOULD HAVE…
a youth she’s content to leave behind….
A WOMAN SHOULD HAVE…
a past juicy enough that she’s looking
forward to retelling it in her old age…
A WOMAN SHOULD HAVE…
a set of screwdrivers, a cordless drill,
and a black lace bra…
A WOMAN SHOULD HAVE …
one friend who always makes her laugh…
and one who lets her cry…
A WOMAN SHOULD HAVE…
a good piece of furniture not previously
owned by anyone else in her family…
A WOMAN SHOULD HAVE…
eight matching plates, wine glasses with
stems,and a recipe for a meal,that will
make her guests feel honored…
A WOMAN SHOULD HAVE…
a feeling of control over her destiny…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
how to fall in love without losing herself..
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
how to quit a job,break up with a lover,
and confront a friend without ruining
the friendship…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
when to try harder… and WHEN TO WALK
AWAY…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
that she can’t change the length of her
calves, the width of her hips, or the
nature of her parents..
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
that her childhood may not have been
perfect…but it’s over…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
what she would and wouldn’t do for love
or more…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
how to live alone… even if she doesn’t
like it…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
whom she can trust, whom she can’t, and
why she shouldn’t take it personally…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
where to go…be it to her bestfriend’s
kitchen table…or a charming inn in the
woods…when her soul needs
soothing…
EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
what she can and can’t accomplish in a
day…a month…and a year…
(Maya Angelou’s Best Poem)
Nangis berdarah-darah
Menurut Elizabeth Kubler Ross, ada beberapa tahap yang dilalui seseorang ketika ia sedang bersedih. Menurur beliau, kesedihan adalah suatu proses reaksi fisikal, emosional, sosial dan kognitif terhadap kehilangan sesuatu. Proses bersedih atau berdukacita adalah suatu proses yang sulit dilalui. Penelitian menunjukkan bahwa orang melalui beberapa tahapan dalam berduka cita. Meskipun respon terhadap situasi yang menyedihkan sangat bervariasi, namun biasanya ada pola yang muncul.
I, who feels really sad recently (eh, masih sedih ding pas nulis postingan ini juga) mencoba untuk menelisik tahap-tahap apa saja yang kira-kira sudah, sedang dan akan saya alami
Hoia, the thing that makes me want to cry out loud adalah keluarnya beberapa teman sekerja, dan damn, lebih dari sekedar beberapa
Sekitaran 6-8 orang lah
For one reason and another
Duh, sediiiihh banget, sampe nangis-nangis, kaya anak kecil. Ya, ia lah, udah berasa keluarga banget, tiba-tiba pada pergi
Kalo dirumuskan kira-kira ada empat nih, si tahap-tahap berduka-cita ini:
Shock/Denial:
A feeling of numbness can last hours to weeks. It is a period often described as “unreal”, (i.e. being amazed to have made it through a euthanasia). Some reactions people experince during this stage are: having disorganized thoughts, feeling unaffected, thinking about suicide, feeling numb, being euphoric or hysterical, feeling outside their body, or being talkative, hyper or passive. Other people will feel in denial of the loss. (i.e. “I can’t believe he is really gone…it just doesn’t seem real.)
Awalnya, pas tau temen-temen pada pindah, I feel numb. Hah? BuYayat keluar? Pak Erwan juga? Bu Allia juga? Pak Ayi juga? Bu Rosa juga? Bu Wida? Pak Luthfi?
Bu Isna JUGAAA ??
…
Bengong,
“Ah, masa sih mau pada pindah? Mau pada kemanaa iiihh? Tega gitu ninggalin kita-kita disini? Ntar siapa yang bakal aku siksa pas sesi Intensive English for Teachers doooooong?????”
Ngelamun,
“Bu Nov? Bu Nov? itu makanannya kunyah dulu…”
Ga ngeh pas diajak ngobrol
“Bener nih, gamau dibeliin laptop?”
“bkljhgfdrybjkmzszssf…”
Ga ngeh pas gulalinya diembat Ntri (who is a truly fan of gulali)
“Ini, buat Ntri aja ya?…”
Pas mau sholat sampe lupa kiblat sebelah mana
“Bun (ini nama panggilan Wanoja di sekolah), punten, ari kiblat teh palih mana nya?
Peluk-pelukan
“Maafin yaa, kalo-kalo selama ini saya banyak salah…”
“Makasi ya, buat semuanya, makasi udah bantuin saya selama ini…”
“Doain yaaa..moga-moga abis ini semua lancar…”
“ARRRGGGHHHHHHH…!”
Nangis-nangis ronde 1
“ANGGGGGGGGGGHHHHHHH…!”
Searching/Yearning:
People will often find themselves acutely missing the pet that is gone.
(pas makan, duh, biasanya kalo lagi makan siang gini teh ada Bu Wida yang ngajakin makan atau ngajakin beli pepes ayam enak di Akhsan dan suka pundung kalo ga ada yang nyaut, ada Bu Isna yang hobi bagi-bagi makanan dan kita yang duduk mengerubungi beliau minta dikasi makan, nggak lupa ada Pak Ayi yang jadi dekomposer )
Individuals in this phase can be pre-occupied with thoughts of the deceased; they may have dreams about the pet that is gone.
(setelah siang itu kita nangis-nangisan, malemnya ASLI gabisa tidur, mikirin how would it be without you guys… dan nangis lagi malem-malem…nangis-nangis ronde 2)
Reactions experienced may also include sensing that one sees or hears the pet outside their home. Feelings commonly experienced are intense pining, sadness, fear, anger, relief, irritability, guilt and yearning. Sometimes anger is not directed at the loss, but instead towards a family member, veterinarian, self or God.
(nah, saya marah sama ‘those people’, yang bahkan sulit sekali (bahkan tidak) mengucapkan terima kasih sudah berjuang bersama – sama selama ini, dan mengucapkan maaf kalo kalo ada salah (yang mana, banyak!)
During this period individuals may find themselves bursting into tears at unexpected times. People may also experience physical illness, pain, weight change, fatigue and change in appetite.
(tadi siang nangis lagi…uwwwhh nangis-nangis ronde 3)
Disorganization:
During this phase individuals are beginning to live their lives without their animal companion and learning new skills. This commonly leads to feeling disorganized, as well as needing to evaluate and learn different ways of managing life (i.e. how to fill that empty spot when coming home without someone to greet you).
(there ARE, new teachers, tapi kan ga samaaaaaa??? Ga ada lagi yang bakal teriak-teriak sambil memukuli Pak Ayi dengan sandal jepit biru, Bu Isna oh Bu Isna… )
Reorganization:
People in grief forget that grief is a process and that through this process, new coping skills are learned. The pet who is gone is usually never forgotten.
(not forgetting, NEVER!)
In the case of death, most individuals never “get over” the loss.
(not getting over it, not yet, CAN’T)
However, survivors learn to live with loss. The intensity of the loss changes, and a survivor can rejoin life. One finds that they can eat and sleep. Individuals may establish new relationships with pets. Sadness and crying still occur at times, while simultaneously increased happiness will be experienced.
(Yang ini belum, belum, belum…. Belum terlewati. Belum, saya masih sedih)
So sad
So sad
Tapi mau gimana lagi
Life goes on,
But the most important thing is (seperti yang dikatakan Shaggy pada Scooby Doo saat teman-teman mereka tercerai-berai) FRIENDS NEVER QUIT!
Nb:
Punten, ituh yang penjelasan Bahasa Inggrisnya, refers to pet, alias hewan peliharaan, tapi itu cuma contoh dari Ibu Elizabeth Kubler Ross yaa. Dari tadi saya ngomongin temen-temen saya tercinta ko, bukan sejenis hewan piaraan lucu)
nonton (dan teriak-teriak) bareng Bu Isna tersayang
Kemaren abis nonton bareng sama beberapa orang guru Bina Talenta, acaranya, apa ya? Kangen-kangenan aja si
Yang dateng ada saya, Ntri, Bun, Bu Ina, Bu Ren-ren, Bu Isna, Pak Lutfi
Trus ceritanya kita semua bakal jadi saksi Bu Isna nonton di Bioskop buat pertama kalinya
Hee
ini dia Bu ISna, cantik kan?

Can you imagine? Seumur-umur baru sekarang dia pergi nonton
Tapi ya, karena beliau ini anak pesantrenan baik-baik yang actually punya pesantren sendiri, so I guess it’s quite understandable
Film yang dipilih yang ringan-ringan aja, KungFu Panda, biar Bu Isna ga kaget dengan keberagaman film dan jenis-jenis penonton (dan apa yang biasanya mereka lakukan jika datang berpasangan) di bioskop Indonesia sini
Dan emang cocok banget, karena Bu Isna ini, walaupun badannya kecil, cantik, berkerudung apik tapi seneng banget nonton felm Kungfu, dan terlebih lagi beliau senang mempraktekan gerakan-gerakannya jika kebetulan ada orang yang bikin beliau kesal di sekolah
(ini serius, tendangan, pukulan, atau timpukan sandal jepitnya beneran. Dan yang sering kena adalah Pak Ayi
, seniman nyentrik atau lebih dikenal sebagai PTJ yang memang hobi ngaheureuyan si Ibu ini dan berjiwa ganggu banget, terutama buat kaum hawa. Pikaresepeun sandal jepit.)
Dan bagaimana reasksi Bu Isna saat nonton untuk pertama kalinya?
Well, sebelumnya saya mesti cerita dulu, beliau ini orang yang amat kaya ekspresi, dan senang sekali jerit-jerit, entah saat bersemangat, terkejut, apalagi saat memukuli Bapak-bapak guru
Desibel suaranya cukup membuat orang lain nyengir,
keras banget Buuuu…
Tapi justru itulah hal yang bikin Bu Isna selalu dikangeni guru-guru lain (selain kantong ajaibnya yang berisi makanan banyaaaaak banget)
Kalo Bu Isna ada di lantai bawah, lagi main badminton dengan Pak Erwan, jeritan
semangatnya bisa terdengar sampai perpustakaan di lantai tiga paling ujung
“Noh, pasti Bu Isna noh, kenceng banget… hehe”
Binatang yang paling ia takuti adalah ulet, sama uler
Kalo pas kebetulan tipi di ruang guru lagi acara Panji sang Penakluk, uwwwhhh…jerit-jeritnya gak akan berenti sampe tuh tipi dipindahin channelnya atau dibakar sekalian tipinya
ini ekspresi-ekspresi Bu Isna sesaat sesudah pembagian sertifikat English Class for Teacher
Nah, pas nonton Kungfu Panda kan ada tokoh ulernya tuh ya? Pas ada adegan si ular muncul dan meliuk-liuk, beliau langsung teriak dong?
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGH…!!!”
padahal kan ulernya juga cuma animasi yaa?
Hehe …
Anak-anak aja kaga takut (karena ternyata penontonnya kemaren terdiri dari 90% anak-anak dan 10% orang dewasa yang kekanak-kanakkan)
Heuu, tapi ya Bu? Kalo ga teriak-teriak, ga seru
Sekolah Bina Talenta tanpa teriakan (dan kantong ((makanan)) ajaib) mu, ga rame!
How we love you so much….
KOPDAR JILID 5 BATAGOR.NET yang kenyang abis itu, hehe…
Duhhh… kangennya nengok blog, udah beberapa hari ini ga blog-walking
Semenjak acara Beberesih Bandung Jilid Lima bareng komunitas batagor.net belum maen-maen lagi nih
Sibuuukkk
Bukan, bukan gara-gara sibuk kerja
Semingguan ini malah bisa dibilang saat-saat paling nyante dalam kehidupan sebagei guru
Libur boo
Cuma seminggu sih, mayan lah
Tapi yang bikin aku gabisa ngapa-ngapain adalah semingguan ini I’m on a program
Bukan, bukan program diet
Tapi masih berhubungan sama kesehatan lah, yang membuat tempat fitness jadi second home
Baru tadi buka-buka blog lagi. Aku, yang biasanya leluasa pake fasilitas internet sekolah sekarang mesti ke warnet, ga nyaman
He… olo-olo
Mana dapet keyboard (baru sih) yang keraaaaas banget, serasa lagi mijitin Bapak
Dan yang paling nyebelin adalah, baru juga setengah jam, eh? koneksi mati
Gendok deh
Hoia, meskipun rada telat, pengen cerita nih, tentang Kopdar jilid 5 Batagor.net kemaren
Satu kata buat Kopdar Jilid 5: SERU!!!!
Eh, satu kata lagi ding: KENYANGGG!!!
Heheh
J
Jujur aja, ini pengalaman pertama ikut acara bebersih Bandung, sebelumnya juga pernah sih ikut acara bersih-bersih, tapi gak kaya gini
Seneng banget ketemu blogger-blogger laen, yang selama ini cuma baca postingan mereka, hari minggu kemaren aku bisa ketemu orangnya langsung
Acaranya sendiri dimulai dari ngumpul depan Starbuck BIP, kenalan-kenalan gitu (which made me surprised, pada ramah-ramah ya? Apalagi Aki Heri, sangat-sangat friendly, jadi bikin nyaman deh, canggung berkurang)
Abis itu bagi-bagi kaos, kantong kresek, sarung tangan, dan tepuk tangan buat temen-temen yang datang dari luar kota
Actually, banyak banget acara tepuk tangannya seharian itu
Tepuk tangan buat temen-temen dari Jakartaa!
Tepuk tangan buat temen-temen dari Jawa tengahhh!
Tepuk tangan buat temen-temen dari Cimahiiii!
Setelah itu mulai deh kita mungutin sampah, rutenya ke arah Grand Hyatt, muter ke BIP lagi, terus ke BalKot. Di Balkot kita foto-foto, maen gems Kuda Bisik (Batagor adalah Bandung Kota Blogger, bukan makanan yang seporsinya dijual 5000an dibeli di Republik Kuliner jalan purnawarman ya ialah masa ya ia donG)
Foto-foto
Makan siang, sholat
Foto-foto
menenangkan teman yang nyaris pingsan gara-gara seneng
Foto-foto lagi
dan
Foto lagi
Baru deh kita diangkut pake shuttle bus ke Food Adventure IBCC,
Nyampe di sana, Aki Heri bilang gini “Boleh pesen apa aja, ntar bon-nya kasi ke saya, ato taro aja di meja”
Hwaaa… merdu sekaliiiiii
Dikasi kebebasan buat all you can eat mana bisa nolak?
Meskipun baru aja makan siang, tapi kesempatan tidak boleh dilewatkan
Tapi yang ringan-ringan aja deh
Ujung-ujungnya beli yoghurt sama takoyaki, kenyaaanggggggg
Kapan kopdar lagi?
Hehe



























