Aku wanita hebat,
di dadaku amarah bergejolak
takkan kubiarkan
tumpah tersia karena setitik tinta
yang kau jatuhkan ke kuali sihirku
Ingatanku tak hilang
meski kau tiupkan
angin ke telingaku
Aku takkan mati
walau kau tempatkan
cermin di dasar kolam
pemandianku
Rambutku hitam legam
bagai arang tak pernah tersentuh api
Meski kau melenggang
aku akan selalu menang
karna dalam nadiku tak mengalir
darah pecundang
Kau kira aku bodoh?
Lemah?
bangunlah wahai kau
yang memikat dari kegelapan hutan
aku bukan sekedar jagoan
aku hakikat
malam dan siang yang kau tempuhi dalam ‘diam’
Saat datang pagi baru nanti
mari kita berdamai saja
kembalikan bunga dan angin ke masa-masa sebelum mereka pernah bertemu
Biarkan para biksu
menulis kitab-kitab perjalanan
Kau akan pergi mencari kastil-kastil di hutan
dan aku akan pergi menyelamatkan sang putri
Mari biarkan saja
kutub-kutub apa adanya
tak perlu mengeluh dan mencaci
Mari berjabat tangan dan menikmati jamuan teh terakhir
lalu pergi kemana aromanya hendak membawa hati hati kita
………………….
Tinggalkan sang kunci di depan pintu
agar dalam lelap nanti aku akan tertidur











Huaw..
Mari sayang kita akhiri gyahahaha..
Duh ngomen apa sih nengthree..
Yeuh sori yah, lagi laleuleus dan tidak cerdas mengomen.
Ini baru pulang, dah dapet sms dari nyonya supaya masak nasi..padahal dijalan teh daritadi dah kebayang tempat tidur..
petan masak atuh, kirim-kirim ke sini
Jiah pengennyahhh..
Mana kadieu bahanna!